Senin, 26 September 2016

Begal Cikampek terus di buru polisi!

CIKAMPEK, RAKA - Komplotan pencuri sepeda motor yang beroperasi di Cikampek, Kotabaru, dan Purwasari terus diburu Tim Buser. Menurut Kapolsek Cikampek AKP Doni Satria Wicaksono, baru dua orang pelaku diciduk, sedangkan satu lagi masih buron.
"Mereka yang tertangkap masing masing berinisial ES (30) dan CS (21). Keduanya merupakan warga Kampung Sukasenang RT 02/01, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru," ujar Doni kepada Radar Karawang, Kamis (22/9).
Menurutnya, kedua pelaku diamankan oleh anggota Polsek Cikampek pada Kamis (22/9) sekitar pukul 02.00 WIB, di Kampung Karangsalam, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru. "Keduanya langsung digelandang ke Mapolsek Cikampek. Bersama beberapa barang bukti," ujarnya.
Barang bukti yang ikut diamankan adalah tiga mata kunci Y, dua obeng plat, satu lock, satu kunci T, satu unit Motor Yamaha Jupiter Z warna putih dengan nomor polisi T 6167 KL. "Pelaku telah melakukan pencurian di wilayah hukum Polsek Cikampek sebanyak 9 TKP, Polsek Kotabaru 15 TKP, Polsek Purwasari 1 TKP," ujarnya.
Pihak kepolisian sampai saat ini masih terus melakukan pengembangan. Sementara masih ada satu orang DPO berinisial WW yang beralamat di Kampung Cilempung, Cilamaya. "Kami terus melakukan pengembangan. Kami harap masyarakat ikut berperan aktif memberantas pelaku kejahatan," pungkasnya. 

Di copas dari Radar-Karawang.com

Pretasi Mengkilat Sman 1 Jatisari

JATISARI, RAKA - Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi para peserta didik SMAN 1 Jatisari, untuk mengharumkan namanya di berbagai kegiatan. Dalam Satu bulan ini, mereka mempersembahkan 6 piala kepada sekolah pimpinan Dra Hj Euis Arwati.
"Alhamdulillah, anak-anak mempersembahkan prestasi terbaik mereka untuk mengharumkan nama baik sekolah," ujar Hj Euis kepada Radar Karawang, Kamis (22/9).
Dia berharap para peserta didik bisa terus membawa nama baik sekolah, sehingga bisa menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lain. Dia juga berharap, selain seabrek prestasi non akademik yang diraih, peserta didik juga dapat meraih prestasi di bidang akademik dengan baik. "Jadi meski aktif diluar (ekskul), jangan lupa belajar. Tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan baik. Agar prestasi akademiknya juga baik," ujarnya.
Dia juga merinci, 6 tropi yang dipersembahkan oleh anak didiknya adalah, Juara Harapan Bina 1 dan Piala Tetap untuk Juara Purwa 2 Lomba Paskibra tingkat SMA/SMK/MA sederajat Se-Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh SMKN 2 Karawang. Juara 1 Ladies Cikampek Ultras School Futsal Cup 1 2016, Juara 1 Trofeo SMK Jayabeka 03 2016, Juara Harapan 1 Karawang Band Festival, The Best Vocalist Karawang Band Festival. "Semua pialanya diserahkan kepada saya saat upacara bendera Senin pagi, oleh siswa yang meraih prestasi tersebut," ujarnya.

Di copas dari Radar-karawang.com

Santri di Kota Baru ikut lomba keagamaan

KOTABARU, RAKA - Selama satu minggu para santri di Kecamatan Kotabaru dan sekitarnya, berlomba menjadi yang terbaik dalam perlombaan kegamaan yang digelar Ikatan Pengurus Masjid dan Mushola Kotabaru.
"Ini kegiatan rutin tahunan. Bertujuan agar putra-putri Kotabaru bisa lebih memahami pengetahuan agama," ujar panitia acara, Ustad Jujun Sirojudin kepada Radar Karawang di sela kegiatan, Minggu (25/9).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana dakwah. Semakin semaraknya kegiatan keagamaan, maka akan semakin menutup ruang gerak anak-anak melakukan hal negatif. "Mulai dari tingkah laku, cara bertutur kata. Semuanya diatur, jadi tidak akan mudah terkontaminasi oleh siapapun yang membawa pada keburukan," ujarnya.
Kegiatan yang digelar di Masjid Al-Huda, Desa Pangulah Utara, itu adalah lomba hafidz Quran, marawis, qasidah dan mewarnai. Para peserta terlihat begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. "Acaranya dilakukan satu minggu. Jadi memang benar-benar menyemarakan kegiatan keagamaan," ujarnya.
Sekretaris Karang Taruna Kotabaru H Dian Nugraha menyampaikan, sebagai generasi muda harus mendukung kegiatan sosial keagamaan sebaik mungkin. Karena pemuda memiliki semangat yang tinggi, dan bisa menggerakan sendi-sendi kehidupan sosial kemasyarakatan. "Pemuda memang harus menyukseskan kegiatan-kegiatan positif. Untuk membangun kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.

Di copas dari radar-karawang.com

Pencuri 2 kali gagal bunuh diri,akhirnya tewas di hajar masa

PURWASARI, RAKA – Sudah jatuh, tertimpa tangga sampai remuk dan mati pula. Nasib sial itu dialami pencuri amatiran yang beroperasi di Kampung Sadang, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Minggu (25/9) kemarin.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, peristiwa bermula saat Agus Kiswanto yang diketahui warga Nganjuk, Jawa Timur, melihat kunci motor Honda CBR masih tergantung di stop kontak. Untuk memuluskan aksinya, Agus pura-pura minta minum ke pemilik motor, Novi, warga Kampung Sadang RT 06/03. Tanpa menaruh curiga, akhirnya sang tuan rumah mengambil segelas air. Entah salah perhitungan atau karena suasana di kampung itu sedang ramai, yang jelas sebelum pelaku berhasil membawa kabur motor, Novi sudah keburu membawakan segelas air. Disinilah keapesan itu berawal.
Melihat pelaku sudah menunggangi motor sambil berusaha menghidupkan mesin CBR, Novi langsung meneriakinya maling. Mendengar teriakan korban semakin kencang. Agus pun panik. Sejurus kemudian, warga yang mendengar teriakan langsung mendatangi lokasi kejadian. Sementara pelaku lari terbirit-birit ke belakang rumah korban, tidak jauh dari rel kereta api. "Melihat motor saya mau dibawa kabur, saya langsung teriak maling," ungkap Novi kepada Radar Karawang.
Sadar pelariannya tidak mungkin berhasil. Agus stres. Ia kemudian melihat kereta api sebagai jalan keluar agar bisa menyudahi 'penderitaannya'. Pelaku langsung berbaring di bantalan rel, berharap tubuh kerempengnya digilas kereta api. Namun, harapannya ternyata sia-sia. Laju kereta justru semakin melambat. Sang masinis lalu turun dan mendamprat serta mengusirnya.
Gagal percobaan bunuh diri di rel kereta api, pelaku akhirnya melanjutkan pelariannya. Di sisi lain, jumlah warga yang mengejarnya tambah banyak dan semakin dekat. "Pas tahu itu tersangka (yang dimarahi masinis) kami mengejarnya sambil teriak maling," ungkap warga lainnya yang juga bernama Agus (28).
Merasa semakin terdesak, saat melintasi jembatan akhirnya pelaku kembali mencoba bunuh diri meloncat ke irigasi Tamelang. Usaha yang keduanya ini juga kandas. Ia kemudian bersembunyi di tumpukan eceng gondok. Tapi, usahanya kembali sia-sia karena terlihat warga. "Beberapa menit kami mencari, akhirnya tersangka ketahuan sedang berada di irigasi," katanya.
Warga yang sudah menungguinya di bantaran irigasi, melempari tersangka dengan batu. Karena lemas harus terus berenang dan menghindari lemparan batu, akhirnya pencuri itu menyerah lalu merayap ke darat. "Karena emosi warga sudah tidak terbendung, akhirnya pelaku dihajar massa hingga tak sadarkan diri," ucapnya.
Kapolsek Purwasari Ipda Muchammad Sulton SH membenarkan peristiwa percobaan pencurian di Purwasari. "Modusnya minta minum. Tapi ketahuan lalu dikejar warga," tuturnya.
Ia melanjutkan, pelaku sempat dibawa warga ke RSUD, tapi meninggal dalam perjalanan. "Jasad tersangka kini berada di RSUD Karawang," tandasnya.

Di cipas dari Radar-karawang.

Tragis!!! Ingat hati-hati saat berkendara

Ini adalah salah satu foto korban kecelakaan di kecamatan Purwasari.Semoga di terima semua amal ibadahnya,di kuat kan keluarga yang di tinggalkannya.
Amiin

LAGI,Seorang siswa Mengalami kecelakaan tragis!

Kecelakaan kembali terjadi di wilayah Cikampek.Kali ini berlokasi di jalan Purwasari.Informasi ini pertama di unggah Netizen bernama Anny,dalam postingannya di salah satu grup anny mengatakan bahwa korban kecelakaan menggunakan sepeda motor dan seragam sekolah.Meskipun foto yang di unggah nampak samar namun terlihat bahwa korban masih tergeletak di jalan.Hingga berita ini di turunkan belum ada informasi mengenai identitas korban.

Minggu, 25 September 2016

Perwakilan Bank Dunia sambangi Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA - World Bank Perwakilan Indonesia kagumi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Purwakarta.
“Bangunannya bagus-bagus,” kata Victor Bothini, Penasehat Senior World Bank Indonesia disela kunjungannya ke komplek Pendopo Purwakarta, Kamis (22/09).
Dan menjadi lebih bagus, tambah Victor, bangunan-bangunan tersebut tetap mempertahankan konsep tradisional. Sehingga unsur budaya menjadi kuat dan dominan.
“Kuat unsur budayanya,” tandas Victor yang sudah 35 tahun tinggal di Indonesia ini.
Victor datang ke Purwakarta dengan unsur Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi serta unsur BPMPD Jawa Barat. Rombongan diterima Kepala Bagian Pemdes Setda Purwakarta, Totong Hidayat. “Kita datang untuk spotcek kinerja Pendamping Desa,” tandas Uti, Satker BPMPD Jabar.
Mengomentari kekaguman tersebut, Totong tak aneh. Mengingat, ungkapan serupa banyak terlontar dari pengunjung yang datang ke Purwakarta. Pastinya, konsep penataan infrastruktur tersebut murni idenya dari Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. “Ya, semua yang mengonsep pak bupati,” tandas Totong.
Di copas dari Radar-Karawang.com